28 Agustus 2020 Mencuri Kabel Arde Atau Grounding, Pelaku Menyerahkan Diri Ke Polsek Terusan Nunyai Dalam Ops Sikat Krakatau 2020.

Mencuri Kabel Arde Atau Grounding, Pelaku Menyerahkan Diri Ke Polsek Terusan Nunyai Dalam Ops Sikat Krakatau 2020.


Notice: Undefined variable: html in /home/u764723429/domains/polreslampungtengah.net/public_html/wp-content/plugins/share-post-on-whatsapp/share-post-on-whatsapp.php on line 42
Spread the love

Tribratanews.polri.go.id. Anggota Bersama Kanit Reskrim Polsek Terusan Nunyai melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian kabel arde atau kabel grounding berinisial WS, (20), Alamat Gang Warit Kampung Gunung Agung Kec Terusan Nunyai Lampung Tengah, Sabtu (22/08/2020) sekira jam 02.00 WIB.

Menurut Kapolsek Terusan Nunyai Iptu Santoso, S.Pd, mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H. membenarkan bahwa telah menerima pelaku WS (menyerahkan diri) didamping Kepala kampungnya dan sebelumnya telah dilakukan upaya penangkapan terhadap pelaku, namun yang bersangkutan tidak ditemukan saat unit reskrim Polsek Terusan Nunyai melakukan penangkapan, kemudian kami menghimbau agar pelaku untuk menyerahkan diri ke Polsek.

Berdasarkan laporan pelapor Suharto (55) KA, unit satpam PT GMP Perum II PT GMP Gunung Batin Baru Kec Terusan Nunyai Lampung Tengah dengan Nomor Laporan : LP/ 90-B/ IV /2020/ PoldaLPG / Res LT / Sek Tenun Tgl 15 April 2020, yang terjadi di Area  Divisi II PT GMP Kampung Gunung Batin Baru Kec Terusan Nunyai Lampung Tengah, Kamis  (09/04/2020) jam 20.00 WIB, kata Santoso.

Lebih lanjut kata Santoso bahwa di Area Divisi II PT GMP di SN 7 Petak 12 TU 14 dan 14 TU 14 Kampung Batin Baru, telah hilang (raib) berupa kabel Arde yang terpasang di tiang listrik sebagai penghantar ground penangkal petir, kerugian yang dialami yakni 300 (Tiga ratus) meter kabel Arde, jika di uangkan senilai Rp. 3.125.000,- (tiga juta seratus dua puluh lima ribu rupiah).

Setelah melakukan penyelidikan kanit bersama anggotanya melakukan penangkapan namun pelaku WS tidak ada dan dihimbau untuk menyerahkan diri.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku WS kami jerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, tegas Iptu Santoso. (SWP)

KLIK DAN LAPORKAN PENGADUAN ANDA KEPADA KAMI