10 Agustus 2020 Karena Tidak Mendapatkan Restu Seorang Pemuda, Mencabuli Gadis Di Bawah Umur Tetangganya.

Karena Tidak Mendapatkan Restu Seorang Pemuda, Mencabuli Gadis Di Bawah Umur Tetangganya.


Notice: Undefined variable: html in /home/u764723429/domains/polreslampungtengah.net/public_html/wp-content/plugins/share-post-on-whatsapp/share-post-on-whatsapp.php on line 42
Spread the love

Tribratanews.polri.go.id. Lampung Tengah. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Lampung Tengah menangkap pelaku perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan pelaku berinisial AS (19), Alamat jalan Patimura Lk VIII Kel Yukum jaya Kec Terbanggi Besar Lampung Tengah.

Menurut, Kasat Reskrim AKP Yuda Wira Negara, S.H., S.Ik mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., S.H mengatakan bahwa kejadian pencabulan yang dialami Mawar dilakukan oleh pelaku AS pada Rabu (29/07/2020) Sekira Jam 01.00 WIB di kontrakan kosong samping rumah korban Jalan Patimura gang Damai kel Yukum jaya Kec Terbanggi besar Lampung Tengah.

Awal kejadian, Mewar yang merupakan tetangga pelaku (pacaran) karena tidak mendapatkan restu korban meminta pelaku untuk menemani tidur dikontrakan milik korban, lalu pelaku datang dengan mengajak bersetubuh dengan cara membujuk rayu untuk menikahi korban setelah itu pelaku dan korban melakukan perbuatan cabul dikontrakan kosong samping rumah korban.

Setelah mendengar hal itu Orang Tua Mawar melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lampung Tengah dengan Nomor Laporan : LP / 931-B / VIII / 2020 / Polda LPG / Res Lamteng, Tanggal 03 Agustus 2020, jelasnya.

Kronologis penangkapan, pelaku diciduk oleh Kanit PPA IPDA ETTY MAYRINI, S.IP yang memimpin penangkapan terhadap pelaku AS dan pelaku ditangkap dirumahnya Sabtu (08/08/2020) Sekira jam 19.00 WIB dirumahnya.

Selanjutnya, pelaku AS dibawa ke Mako Polres Lampung Tengah, guna pemeriksaan lebih lanjut dan pelaku dijerat dengan pasal 76d dan 76e Jo Pasal 81 dan 82 Undang-UndangĀ  RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah, Pengganti Undang-Undang RI nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan diancam hukuman pidana minimal tiga tahun, maksimal dua puluh tahun kurungan penjara, pungkasnya. (SWP)

KLIK DAN LAPORKAN PENGADUAN ANDA KEPADA KAMI