Sempat Buron, Team Anti Begal Polres Lamteng Akhirnya Berhasil Meringkus DPO Pelaku Curas

Spread the love

Polreslampungtengah.net., Sempat menjadi Buron selama kurang lebih 1 Tahun, Team Anti Begal jajaran Polres Lampung Tengah Polda Lampung akhirnya berhasil meringkus DPO pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) inisial DH warga Dsn. VI Kp. Terbanggi Ilir Kec. Bandar Mataram Kab. Lamteng. Minggu (24/4/22)

Ditangkapnya DH , warga Terbanggi Ilir, karena sebelumnya petugas telah mengamankan DS Alias Ilyas (25), warga yang sama dan saat ini masih menjalani hukuman.

Menurut keterangan Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas,SH.,MH mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya,S.I.K., M.Si, bahwa DF merupakan DPO Pelaku Curas berdasarkan Laporan Korban NUR  warga Kampung Lempuyang Bandar Kec. Way Pengubuan  Kab. Lampung Tengah.

Lebih Lanjut Ia menjelaskan bahwa DF turut serta melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan pada saat korban sedang memancing di pinggir sungai tebu Divisi 3 PT GMP Kp. Terbanggi Ilir Kec.Bandar Mataram Lampung Tengah pada Rabu (23/12/2020).

Modusnya, ketika korban sedang memancing, datang 2 (dua) orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor Merk Honda Beat warna merah putih dan langsung marah-marah dengan berkata “disini banyak sepeda motor yang hilang ,pasti kamu yang ngambil ya,” jelas Qorinas

Kemudian  pelaku menodong dengan menggunakan benda berbentuk pistol , sedangkan salah satu pelaku lainnya membawa senjata tajam jenis badik lalu menggeledah badan korban dan memukul korban pada bagian wajah.

Setelah itu pelaku mengambil paksa 2 Unit hp milik korban dan satu buah tas korban yang berisi alat pancing.

Mendapat informasi pelaku DF berada diwilayah Terbanggi Ilir, team Unit Reaksi Cepat Tekab 308 Polres Lampung Tengah dan Anggota Reskrim Polsek Seputih Mataram bergerak cepat  menuju ke lokasi dan akhirnya berhasil mengamankan pelaku DF di kelurahan setempat.

Pelaku DF dibawa ke Mapolres Lampung Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan barang bukti 2 (dua) Unit Hp milik korban yang sudah di sita dalam perkara sebelumnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku DF dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (Humas LT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *